3/18/2012

Rangkaian Listrik 1 (Introduksi)

Kuliah Rangkaian Listrik 1 ini dipelajari pada semester 1. Dosen mata kuliah tsb. adalah Ibu Dr. Ir. Tolangowati Olii Kamil B.Sc., MT. dan Bapak Endang Sukarna

Tujuan Perkuliahan

Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa agar dapat menganalisa dan menyelesaikan persoalan-persoalan rangkaian listrik arus searah berdasarkan hukum dan teorema rangkaian, serta melakukan simulasi rangkaian dengan paket program aplikasi

Pokok Bahasan

Materi pokok yang dipelajari adalah:

-Konsep Energi, Arus, Tegangan, Daya
-Rangkaian Listrik, Resistansi, Induktansi, Kapasitansi
-Analisa Rangkaian Arus Searah
-Pengertian Impedansi, Beda Fasa dan Faktor Daya

Silabus

-Definisi dan satuan
-Hukum Eksperimen dan Rangkaian Sederhana
-Teknik Menganalisis Rangkaian
-Rangkaian Transien Induktansi/ Kapasitansi
-Rangkaian Transien RL/RC tanpa Sumber
-Rangkaian Transien Penerapan fungsi Pemaksa Tangga satuan
-Rangkaian Transien RLC

Referensi

Berikut ini adalah beberapa buku yang dijadikan acuan/referensi dalam mempelajari rangkaian listrik 1:

-William H Hyat, Jr dan jack E. Kemmerly, Rangkaian Listrik Jilid 1 dan 2 Penerbit Erlangga
-Noel M Morris dan Frak W Senior, Eelectri Circuit, Macmillan Workout Series
-Ralph J Smith, Circuit, Device and Systems, Willey International Edition
-Peyton Z Peebles Jr dan Tayeb A. Giuma, Electrical Engineering, McGraw Hill

Read More......

3/02/2012

Alat Ukur dan Pengukuran (Introduksi Instrumentasi)

Kuliah Alat ukur (peukur) dan Pengukuran ini dipelajari pada semester 1. Dosen mata kuliah tsb. adalah Ibu Dr. Ir. Tolangowati Olii Kamil B.Sc., MT. dan Bpk. Ir. Noorcholish

Pada awal dari kuliah Alat ukur dan Pengukuran, dijelaskan mengenai:
1. Introduksi
2. Fungsi dan karakteristik Instrumen
3. Unit listrik/Standar pengukuran
4. Kesalahan dalam pengukuran
5. Analisa Statistik kesalahan dalam pengukuran
6. Membatasi Kesalahan
7. Elemen-elemen Instrumen Elektronika
8. Memilih, memelihara dan menggunakan instrumen

Introduksi

- Instrumen tipe defleksi dengan skala dan jarum penunjuk bergerak.
- Instumen analog mengidentifikasikan instrumen tipe defleksi.
- Instrumen digital/bergana (decimal).

Fungsi dan Karakteristik Instrumen

- Mensuplai informasi tentang variabel-variabel besaran yang akan diukur.
- Memberikan penunjukkan visual dari besaran yang akan diukur.
- Mengendalikan besaran dengan memberikan pelayanan 3 fungsi dasar instrumen: penunjukkan, perekaman dan pengendalian.
- Di industri di sebut sistem kendali atau sistem otomatisasi

Unit Listrik

Unit:
1. Muatan Listrik = Q
2. Arus Listrik = I
3. Gaya Gerak Listrik (Beda Potensial) = V
4. Tahanan (resistansi) = R
5. Induktansi = L
6. Kapasitansi = C

Standar Pengukuran

Besaran Dasar atau Besaran Pokok : Panjang, Massa, Waktu, Temperatur atau Suhu, Intensitas Cahaya, Arus Listrik, Jumlah Molekul
Simbol dalam rumus : l, m, t, T, Iv , i, n
Satuan atau Unit (simbol satuan) SI : meter (m), kilogram (kg), detik atau Sekon (det), Kelvin (K), Candela (Cd), Ampere (A), Mol (mol)
Simbol Dimensi : [L], [M], [T], [θ], [J], [I], [N]

Read More......

12/29/2011

Daftar Mata Kuliah Semester 1

Daftar Mata kuliah semester 1, Program Studi Teknik Elektronika - Politeknik Negeri Bandung, Tahun ajaran 2008/2009

1. Alat Ukur dan Pengukuran - 2 SKS
2. B.Inggris Teknik 1 - 2 SKS
3. Teknologi Mekanik - 2 SKS
4. Fisika Terapan - 2 SKS
5. Gambar Teknik - 2 SKS
6. K3 dan Hukum Ketenagakerjaan - 2 SKS
7. Komponen Elektronika - 2 SKS
8. Matematika Terapan 1 - 2 SKS
9. Rangkaian Listrik 1 - 2 SKS
10. Rangkaian Logika - 2 SKS

Read More......

2/27/2011

Tahapan Perancangan Elektronika

Dalam perancangan di bidang teknik elektronika, khususnya pembuatan rangkaian elektronika ada beberapa tahapan yaitu:

  1. Simulasi rangkaian dengan software simulasi rangkaian elektronika,
  2. Pengecekan rangkaian yang sebenarnya dengan protoboard atau breadboard,
  3. Pembuatan rangkaian yang sudah benar pada PCB.
Langkah-langkah diatas adalah langkah-langkah umum yang digunakan oleh kebanyakan pelajar atau orang-orang yang bergelut di bidang teknik elektronika dalam merancang suatu rangkaian elektronika. Dengan langkah-langkah seperti yang telah disebutkan diatas, diharapkan perancangan rangkaian elektronika akan lebih optimal dari segi perancangan dan realisasi (biaya, waktu, dan lain-lain).

Tahapan yang pertama adalah mensimulasikan rangkaian yang akan direalisasikan dengan menggunakan software simulator. Tujuannya adalah untuk mengetahui logik/keadaan rangkaian tanpa harus menyediakan komponen-komponen nyata/aslinya. Jadi, pada simulasi, komponen-komponennya seringnya dalam keadaan ideal. Ada banyak sekali jenis software simulator ini, diantaranya yang pernah penulis gunakan adalah:

  • Electronics Workbench versi 5.12
  • Circuit Maker versi 6.0 dan 2000
  • Proteus versi 7.1
Masing-masing software ini punya kelebihan dan kekurangannya yang insyaallah akan penulis bahas di tulisan selanjutnya.

Tahapan yang kedua adalah mencoba rangkaian hasil simulasi pada protoboard atau breadboard. Tujuannya adalah untuk membandingkan rangkaian bekerja sesuai dengan simulasi atau tidak (tidak harus persis). Protoboard/Breadboard adalah suatu perangkat berbahan plastik (isolator) dengan lubang-lubang untuk menempatkan kaki-kaki komponen, terdapat tembaga dibagian dalamnya dan menghubungkan komponen cukup dengan kawat/kabel tanpa harus disolder (solderless). Jadi apabila ada kesalahan pada rangkaian, maka dapat diperbaiki cukup dengan memindahkan kabel ataupun komponennya. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Sumber gambar : http://simonpstevens.com

Bahasan mengenai protoboard ini insyaallah akan dibahas lebih lanjut pada tulisan berikutnya.

Tahapan yang terakhir adalah merealisasikan rangkaian pada PCB (Printed Circuit Board) atau PRT (Papan Rangkaian Tercetak). Tentu saja, syaratnya adalah rangkaian sudah benar. PCB atau P Ada beberapa teknik dalam merancang PCB, yaitu: dengan manual (menggunakan spidol, setrika, FeCl3) dan semi otomatis (menggunakan software desain PCB, sinar ultraviolet). Software desain PCB dan teknik pembuatan PCB Insyaallah juga akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Sumber : www.google.co.id, http://labdasar.ee.itb.ac.id/lab/EL2195/0910/modul%20praktikum/APENDIKS%20SISDIG.pdf, buku kuliah, dll.

Read More......

2/09/2011

The Current I = V x R

If we keep the same resistance in a circuit but vary the voltage, the current will vary. The circuit in Fig. 2-1 demonstrates this idea. The applied voltage V can be varied from 0 -12 V, as an example. The bulb has a 12-V filament, which requires this much voltage for its normal current to light with normal intensity. The meter I indicates the amount of current in the circuit for the bulb.


With 12 V applied, the bulb lights, indicating normal current. When V is reduced to 10 V, there is less light because of less I. As V decreases, the bulb becomes dimmer. For zero volts applied there is no current and the bulb cannot light. In summary, the changing brilliance of the bulb shows the current is varying with the changes in applied voltage.

For the general case of any V and R, Ohm's Law is






where I is the amount of current through the resistance R connected across the source of potential difference V. With volts as the practical unit for V and ohms for R, the amount of current I is in amperes. Therefore,






This formula says to simply divide the voltage across R by the ohms of resistance between the two points of potential difference to calculate the amperes of current through R.

Read More......

Ohm's Law

This note is explain how the amount of current I in a circuit depends on its resistance R and the applied voltage. Specifically, I = V/R, determined in 1828 by the experiments of George Simon Ohm. If we know any two of the factors V, I, and R, we can calculate the third. As an example, with 6V applied accros an R of 2 ohm, the I is 6/2 = 3 A. Ohm's law also determines the amount of electric power in the circuit. The amount of power consumed P in a circuit is equal to the voltage times the current (P = V x I). The power used by the R above is therefore equal 6 x 3 = 18 W. This relations apply to both DC and AC circuit.

Important terms in this note are:
volt
ampere
ohm
watt
joule
milli
micro
kilo
mega
linear graph
power
voltampere characteristic

Read More......

12/25/2010

Charges of Opposite Polarity Attract

If two small charged bodies of light weight are mounted so that they are free to move easily and are placed close to each other, one can be attracted to the other when the two charges have opposite polarity. In terms of electrons and protons, they tend to be attracted to each other by the force of attraction between opposite charges. Furthermore, the weight of an electron is only about 1/1840 weight of a proton. As a result, the force of attraction tends to make electrons move to protons.

Read More......